.

.

.

.
Bismillahirrahmanirrahim...

Rabu, 15 Juli 2015

Periksa Lagi Niat Belajarmu

" Kepintaran itu tidak ada hubungannya dengan kekayaan, maka belajarlah bukan untuk kekayaan tetapi “lillahi ta’ala” (hanya untuk Allah), “ Li’ilaai kalimatillah”(untuk menegakkan kalimat Allah)”.
 (KH. Imam Zarkasyi)
Jika kita belajar secara sungguh-sungguh tetapi salah niat dalam belajar, maka kita akan tetap pintar namun ilmunya bisa tidak bermanfaat, bahkan tidak terasa bisa membuat kita terjerumus dalam kesesatan.
Semakin jauh ilmuwan mempelajari ilmunya agar disukai oleh para pemberi uang, maka tanpa ia sadari secara perlahan-lahan terjadilah penyimpangan ajaran yang menurutnya tetap benar. Kekayaan memang bisa didapat, bahkan berlimpah, tetapi ajaran dan ilmunya tidak berguna untuk orang lain bahkan mungkin menyesatkan umat.

Selengkapnya...

Selasa, 14 Juli 2015

Jadilah petani sekaligus pendakwah

 “Yang banyak bisa berdakwah adalah petani, maka jadilah petani dan pendakwah.” 
(KH. Imam Zarkasyi).

Sektor pertanian meliputi peternakan, kehutanan dan perkebunan. Jadilah petani pengusaha (entrepreneur). Jadilah tokoh dikalangan masyarakat petani agar kemandiriannya kuat. Jadilah pemersatu agar kegotong-royongannya utuh. Perbanyaklah belajar dari apapun dan siapapun untuk kemajuan.
Namun begitu, ingatlah, sasaran kita bukan semata menjadi petani yang sejahtera, melainkan petani yang banyak berdakwah.
Selengkapnya...

Hidup itu perjuangan


Kita tidak bisa memilih antara berjuang atau tidak berjuang. Selama kita ingin hidup, perjuangan itu mutlak dilakukan. Tanpa perjuangan, kita aka mati dalam kehidupan.
Jangan hanya berjuang untuk diri kita sendiri, berjuanglah untuk kemaslahatan umat. Kemanfaatan kita di dunia ini ditentukan dari cita-cita kita bersama orang banyak. Harga kita ditentukan oleh perjuangan dan luasnya  cita-cita perjuangan itu sendiri.
Supaya nafas perjuangan kita panjang, yang perlu kita amalkan adalah keikhlasan. Hanya kepada Allah-lah kita menggantungkan harapan dari perjuangan kita.
Selengkapnya...

Bersandarlah pada kemampuan bukan warisan

“Kalau kamu jantan, jangan menyandarkan diri pada warisan. Kita punya otak untuk berpikir, punya tangan; Kalau perlu, semua warisan diwakafkan.”  (KH. Imam Zarkasyi)

Jika kita selalu menyandarkan diri pada warisan, maka kita sebenarnya menumpang pada hasil kerja orang tua kita dimasa lalu. Mental yang tidak siap hidup akan mengambil jalan pintas menjual warisan dengan harga murah, membagi-baginya secara tidak adil antar keluarga, tidak saling ridho antar keluarga. Akibatnya, harta warisanpun tidak berkah.

Selengkapnya...

Jangan berkecil hati, songsonglah masa depanmu

Orang lemah dihancurkan oleh masalah, tetapi orang yang kuat dicerahkan oleh masalah. Masalah datang untuk mendidik kita, melatih kesabaran kita, menuntut kesungguhan kita dan untuk memperkuat karakter kita.
Dalam hidup ini akan selalu ada masalah, ujian dan cobaan. Jangan menghindari masalah jika harus terjadi, Jangan meninggalkan masalah jika harus dihadapi. Tetapi, selesaikanlah masalah, ujian dan cobaan itu dengan tenang.
“ Yang paling utama, jangan kecil hati menghadapi masa depanmu, meskipun kamu akan menghadapi cobaan dan ujian yang berat. Ingatlah bahwa masa depanmu masih cerah”.  (KH. Imam Zarkasyi).

Selengkapnya...

SMK 1 SEMARANG

NU Online

BINA SARANA INFORMATIKA

Arrahmah.co.id

STMIK NUSA MANDIRI

Pusat Kajian Hadis

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP